Tutorial Lengkap Membaca Candlestick Trading

Expires in 6 months

18 June 2022

Views: 82

Sebagai seorang trader forex, kapabilitas membaca diagram (chart) adalah soal yang begitu penting untuk Anda punya. Apabila Anda ingin pelajari pengamatan teknikal secara baik, karena itu Anda penting untuk punya kekuatan membaca diagram harga secara baik.

Kemunculan diagram bakal meringankan Anda sebagai trader forex buat membaca gerakan harga dari kian waktu.

Adanya diagram, Anda dapat tentukan tren yang terjadi serta mendapatkan skema gerakan harga yang kedepan tampak untuk membuat keuntungan dalam trading.

Kalau trader belum mengenali trik membaca diagram secara bagus, karena itu trik trading yang memerlukan ketrampilan untuk membaca diagram dapat susah untuk dipraktekkan. Meski sebenarnya, pada prinsipnya diagram forex adalah penampakan yang tunjukkan gerakan dari harga pasar.

Nach saat sebelum pahami seterusnya trik membaca diagram yang betul, Anda penting mengenali 3 macam diagram yang dipakai dalam trading forex untuk menolong studi jadi efisien!

1. Line Chart di Trading

Line Chart di Basis Trading

Line chart tergolong satu diantara diagram yang paling simple di basis trading. Diagram ini kerap dipakai oleh trader dan banyak studi teknikal sebab bisa mempertunjukkan data secara lengkapnya.

Line Chart diperlihatkan menjadi garis yang bisa mengaitkan harga-harga penutupan.

Jadi contohnya, perdagangan ditutup di harga-harga tersendiri di sebagian hari ke belakang. Tiap tingkat harga penutupan itu bakal dikaitkan dengan garis lempeng yang ada, serta di sini Anda dapat dengan gampang memandang gerakan harga untuk beberapa umumnya dalam masa tersendiri.

Misalkan, dalam beberapa waktu berturutan perdagangan ditutup di harga;

- 100,

- 200,

- 150,

- 250, dst.

Level-level harga itu bakal ditautkan dengan garis lempeng di mana pada diagram ini Anda dapat memandang gerakan harga umumnya dalam sebuah waktu periode khusus seperti gambar di bawah ini!

Gambar 1: Line Chart

Kuasai membaca chart secara sekejap serta pas di account demonstrasi!

Dalami lebih dalam cara grafik trading terkait macam-macam chart lewat account demonstrasi. Disamping Anda dapat secara mudah mengenal serta membaca chart, account demonstrasi di FOREXimf memakai harga real-time sesuai harga sesungguhnya.

Membuka account demonstrasi 2. Bar Chart di Trading

Bar Chart di Basis Trading

Bar chart menjadi satu diantara diagram yang dicintai dan cukup termashyur di golongan trader Amerika. Mengapa begitu?

Menurutnya, bar chart lebih ringan buat dipakai dibanding diagram yang lain karen unit barnya lebih simpel.

Biarpun sedikit ruwet dibanding line chart, chart model ini memberi info terkait harga pembukaan, penutupan, harga paling tinggi dan sangat rendah pada suatu kurun waktu tersendiri.

Karena miliki data itu, chart ini kerap dikatakan sebagai OHLC chart (Open-High-Low-Close), dan Anda dapat menyaksikannya di dasar dari bar chart tersebut ini.

Gambar 2: Dasar Bar Chart

- Low jadi wakil harga terpaling rendah yang pernah sempat diperjualbelikan dalam rentang waktu tertentu.

- High wakili harga paling tinggi pada kurun waktu spesifik.

- Close di garis horizontal kecil yang ada di segi kanan wakili harga penutupan.

Garis vertikal yang ada di chart ini jadi wakil kisaran (bentang) harga dalam rentang waktu itu. Di gambar di atas, harga pembukaan ada lebih rendah dibanding harga penutupan. Tetapi bisa-bisa di satu waktu,harga pembukaan semakin tinggi dibanding harga penutupan.

Gambar 3: Bar Chart

Pada gambar di atas, kita bisa lihat jika satu bar sebagai satu kurun waktu, entahlah itu sebulan, seminggu, 1 hari, satu jam, atau sampai semenit. Bergantung pada rangka waktu berapakah lama Anda plot chart itu.

Secara ringkas, untuk pelajari diagram ini Anda tak usah banyak memiliki teori yang susah.

3. Candlestick Chart di Trading

Apakah itu candlestick?

Candlestick adalah salah satunya type diagram harga yang membaca gerakan harga di pasar keuangan secara teknikal.

Disebut candlestick lantaran punyai bentuk serupa dengan lilin. Katanya chart ini datang dari negeri Sakura dan juga di kenal dengan Japanese Candlestick Chart.

Untuk bikin diagram candlestick, Anda harus punyai data harga pembuka (Open), harga paling tinggi (High), harga paling rendah (Low), serta harga penutupan (Close) atau yang lebih dikenali dengan istilah OHLC dalam masa spesifik.

Chart ini sediakan info yang tak beda jauh dengan bar chart. Ketidaksamaan di antara ke-2 chart ini cuma berada di "bentuk badan" saja.

Gambar 4: Dasar Candlestick Chart

Bodi tersebut mendeskripsikan jarak di antara harga open dan close pada suatu kurun waktu spesifik. Kebanyakan, bodi dari candlestick chart ini memiliki warna putih dan hitam.

Apabila bodi pada chart itu punya warna putih, karena itu harga open ada di bawah, kebalikannya bila bodi warna hitam karena itu harga open ada pada atas.

Apabila harga open di bawah harga close, karenanya status ini biasa dimaksud dengan bull candle. Dalam diagnosis teknikal, makna bull atau bullish dipakai jika harga pasar condong naik.

Buat mendeskripsikan gerakan harga yang turun, dipakai arti bear atau bearish, maka candlestick yang miliki harga open di atas harga close disebutkan bear candle.

Buat membantu Anda dalam mengkaji diagram ini, Anda dapat gunakan paduan warna biar tampak menarik serta tahu memperbandingkan di antara bull candle serta bear candle, serupa pada gambar berikut di bawah ini!

Gambar 5: Dasar Candlestick Chart Dengan Warna

Untuk memperoleh kisah terang tentang diagram ini, Anda dapat mencermati contoh berikut di bawah ini yang perlihatkan berlangsungnya gerakan harga.

Gambar 6: Candlestick Chart

Banyak trader lebih senang memanfaatkan chart type ini lantaran lebih menolong secara visual buat mengetahui harga open, close, high serta low ketimbang bar chart.

Candlestick termasuk juga dalam satu diantara chart yang sangat banyak dipakai oleh banyak studi teknikal disebabkan kekuatannya yang simpel dikenal dalam menyediakan data.

Lalu, apa kunci yang penting dipunyai untuk membaca diagram forex secara benar?

1. Cermati skema gerakan harga

Anda penting menyerasikan skema gerakan harga dengan tipe transaksi bisnis yang anda melakukannya. Seandainya anda mau melaksanakan buy jadi konsentrasikan di pair mata uang yang diagramnya mengalami peningkatan.

Begitu pula kebalikannya, jika anda mau mengerjakan sell karenanya cari mata uang yang diagramnya sedang alami pengurangan.

2. Check time-frame yang dipakai serta simak spread-nya

Tidak usah cemas waktu memandang gerakan harga yang spektakuler. Melakukan pemeriksaan dengan cermat buat chart yang anda pakai lantaran tiap time frame miliki ciri-ciri masing-masing yang sebaiknya disinkronkan dengan prosedur trading anda.

Yakini penampakan chart ada pada time frame yang serupa dengan diagnosis anda. Disamping itu, anda dapat juga focus pada 1 time frame untuk entry, maka dari itu proses trading dapat makin terukur.

Ingat, anda pun butuh melihat beda di antara nilai jual dan nilai membeli supaya membaca chart dengan benar serta baik.

Siap buat mendalami ke-3 diagram ini dengan benar dan baik?

Tak perlu waswas apabila Anda belum pula miliki kekuatan buat membaca diagram. Anda dapat pelajari langkah membaca diagram yang bagus dengan memakai account demonstrasi yang dapat Anda temukan di sini.

Dengan menggunakan chart menjadi alat tolong dalam analisis teknikal, Anda bisa memastikan tren dan mendapatkan pola-pola harga yang miliki potensi berikan keuntungan untuk Anda.

Kuasai dalam waktu cepat dan cocok dengan account demonstrasi!

Dalami lebih dalam kembali berkaitan beberapa jenis chart lewat account demonstrasi. Disamping Anda dapat secara gampang mengetahui dan membaca chart, account demonstrasi di FOREXimf memanfaatkan harga real-time sama dengan harga sebetulnya.

Read More: https://sickforprofit.com/trader-pemula-begini-cara-membaca-grafik-trading/

Share